Apabila Anda Tertarik Dengan Produk Ini Atau Mau Menjadi Agen Di Daerah Anda Silakan Hubungi: 0852 5276 3993 Atau Melalui E-mail: Fjr_dewa@yahoo.com. Khusus Untuk Wilayah Jakarta.

Alat uji TDS

Rabu, 23 Desember 2009

Air murni atau air yang belum tercemar biasanya berukuran maksimum 3 ppm saja. Sementara itu menurut menurut World Health Organization (WHO) air layak minum tidak lebih dari 50 ppm. Departemen Kesehatan Pemerintah Kanada membatasi hingga 40 ppm. Part per million (ppm) merupakan gambaran dari zat terlarut atau sama dengan milligram per liter.

Menurut badan kesehatan PBB, bila lebih dari 50 ppm dianggap tubuh tidak bisa memproses secara baik dan tidak sanggup diuraikan oleh organ-organ dengan baik. Risikonya akan terjadi endapan di organ vital. Menurut standar pemerintah Amerika Serikat (badan FDA) air minum yang dimurnikan (purified drinking water) harus memiliki kadar TDS di bawah 10 ppm.

Padahal banyak air minum dalam kemasan (AMDK) yang beredar di masyarakat Indonesia memiliki nilai TDS antara 70 ppm s/d 100 ppm, bahkan ada yang mencapai 160 ppm. Jika berpedoman sesuai standar yang dikeluarkan NSF (National Sanitation Foundation), air yang bersih dan murni memiliki TDS kurang dari 40 ppm. TDS sendiri singkatan dari Total Dissolved Solids, yaitu jumlah atau kandungan unsur padat yang terlarut dalam air diantaranya seperti aluminium, besi, perak, seng, mangan, garam. Patokan tentang ambang batas toleransi air dalam ukuran ppm di beberapa negara Eropa dan Amerika yang sudah ditetapkan oleh peraturan dengan sanksi tegas bilamana kedapatan melakukan pelanggaran kadar toleransi ppm dalam air. Ini dianggap akan memberi dampak negatif terhadap tubuh untuk kurun waktu tertentu. Salah satu negara yang tegas menetapkan aturan ini adalah Kanada. Di sana, orang begitu memerhatikan air yang mereka konsumsi sehingga menenteng atau mengantongi alat TDS meter yang berfungsi untuk melihat zat terlarut dalam air sudah menjadi hal biasa. Karena kebanyakan mereka tak ingin salah dalam memilih air yang hendak diminum untuk sekadar melihat kadar zat terlarut dalam air.

Ringan Tak Merepotkan

Walau demikian sebenarnya banyak orang di Indonesia yang sudah mencontoh perilaku orang Kanada, yakni membawa TDS meter dalam saku kantong atau diselipkan ke sabuk. Sebab ada TDS yang ukuran panjang 15 cm, lebar 3 cm dan 1,5 cm untuk ketebalannya. Dengan ukuran seperti itu tentu tak repot untuk dimasukkan ke saku celana. Alat TDS meter merupakan produk teknologi luar biasa yang dibuat dengan sederhana. Benda ini sangat ringan untuk ditenteng kemana-mana, sehingga tidak kita perlu bersusah payah melihat kandungan zat terlarut dalam air ke laboratorium. TDS meter adalah alat sebesar spidol ini memiliki tiang uji untuk dicelupkan ke dalam air dan memiliki layar digital. Begitu power dihidupkan dan tiang uji dicelupkan ke dalam air, maka di layar akan muncul angka digital yang menjadi indikator seberapa tinggi tingkat pencemaran air yang sedang diuji. Cara kerjanya, cukup buka tutupnya kemudian celup bagian ujungnya ke air, niscaya kurang dari 3 detik akan terlihat angka yang menunjukkan TDS-nya. Secara umum jika muncul angka digital pada TDS meter, maka itu merupakan ukuran ppm-nya. Namun untuk ukuran ini beberapa ahli masih beranggapan bahwa angka-angka itu masih perlu dikonversi dengan teori lain. Namun ini setidaknya dengan melihat hasil yang tertera dalam layar TDS meter bisa membantu kita untuk mengontrol air yang diminum secara langsung. Selain air minum alat bisa juga digunakan untuk mengukur air akuarium, air sungai, air sumur dan sebagainya. Alat ini saat ini sudah mudah untuk didapatkan, bisa dibeli lewat jaringan internet maupun penyedia alat kesehatan yang tersebar dibeberapa tempat di Indonesia yang tiga digit hingga enam digit. Harganya juga cukup bervariasi, tergantung dari mana produk itu berasal. Ada yang tiga digit hingga enam digit mulai Rp 200.000 hingga Rp 750.000.

© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar